Sunday, 7 June 2015

BACA MANGA NARUTO GAIDEN CHAPTER 6 - PERUBAHAN YANG BELUM SEMPURNA

Maaf telat lagi update Narutonya, lagi sibuk tapi sekarang islahkan deh baca Manga Chapternya.

BACA MANGA NARUTO GAIDEN CHAPTER 6 - PERUBAHAN YANG BELUM SEMPURNA


NARUTO GAIDEN CHAPTER 6 - PERUBAHAN YANG BELUM SEMPURNA

Sebelumnya, Sarada berhasil bertemu sang Ayah dan mengeluarkan semua perasaan yang ia pendam selama ini tentang sosok yang sangat ia ingin temui itu, namun jawaban Sasuke tidak membuatnya puas.

Ia kesal hingga akhirnya Naruto menenangkannya. Di tempat lain Pemimpin Akatsuki yang baru bersama Uchiha Shin tiba di tempat pertemuan Naruto dan Sasuke, mereka langsung menyerang. Duel pun tak terelakkan!

Sasuke turun untuk menghadapi musuh barunya itu, ia memberikan perlindungan untuk Naruto dan Sarada dibelakangnya.

Musuh yang datang dari atas semakin dekat, duel sesama pengguna Sharingan ini terjadi. Sasuke dengan katana yang ia pegang ikut melompat, melemparkan beberapa benda mirip shuriken ke arah musuhnya.

"Papa!!" teriak Sarada.
Tapi serangan Sasuke dengan mudah dihentikan oleh pemimpin Akatsuki yang baru itu, ia memblok serangan Sasuke dengan melemparkan benda yang hampir sama.

Kini mereka semakin dekat di udara, pemimpin Akatsuki itu menjulurkan tangan kirinya untuk mengenai Sasuke, di telapak tangan kirinya itu ternyata terdapa Sharingan tranplanyasi juga.

Melihat itu Sasuke langsung menghunuskan katana miliknya. Lagi, serangan Sasuke berhasil dihentikan, katana yang Sasuke hunuskan ditangkap dengan begitu mudah oleh musuhnya dengan tangan kosong.

Naruto hanya melihat dari bawah, ia dengan chakra Kurama melindungi Sarada.
Kembali ke duel Sasuke. Sang musuh, pemimpin Akatsuki yang baru itu tersenyum mampu menghentikan serangan Sasuke, pergerakan Sasuke pun sedikit terhenti karena serangannya sudah digagalkan.

Uchiha Shin, orang yang mengaku anak dari pemimpin Akatsuki itu muncul dari belakan untuk ikut membantu menyerang Sasuke. Sebuah benda mirip kunai dengan ukuran besar ia arahkan pada Sasuke, musuh yang berjumlah dua orang itu bekerja sama.

Sasuke tak tinggal diam. Sebuah mata kiri yang selama ini dia tutupi dengan rambutnya terbuka. Rinnegan, ya Rinnegan. Entah apa yang terjadi dengan kekuatan Sasuke itu, Sasuke berhasil menghindar dari serangan Uchiha Shin, lebih tepatnya bukan menghindar, Sasuke seperti menghilang dan dengan cepat lalu muncul di belakang dua musuhnya itu, dia melepaskan katananya.

Sasuke yang kini berada di belakang musuh mengeluarkan sebuah jutsu. "Katon: Goukakyou no Jutsu!!". Sebuah jutsu elemen api sederhana khas klan Uchiha ia kirimkan kearah musuh.

"Kita lihat kekuatan apa yang mereka punya." pikir Sasuke dalam hati.
Musuh yang sadar di serang Sasuke bukan menghindar, sang pemimpin Akatsuki malah mengorbankan anaknya Uchiha Shin dengan melemparkannya ke belakangnya, alhasil dengan begitu ia pun terkena serangan Sasuke hingga tubuhnya terbakar, berkat tameng manusia itu sang pemimpin Akatsuki selamat.

"Apa dia sudah memperhitungkannya?" pikir Naruto dibawah mengamati pertarungan sahabatnya itu.

Serangan Katon Sasuke itu membuat dua musuhnya tersungkur jatuh ke tanah, katana yang sebelumnya dipegang oleh musuh terlepas dan berhasil Sasuke dapatkan kembali.

"Begitu ya, jadi itu kekuatan mata milikmu, Sasuke Uchiha." ucap musuh yang perlahan mencoba bangkit, sedangnkan musuh satunya Uchiha Shin, terkapar karena terbakar oleh serangan Sasuke.

Sasuke kembali ke posisi awalnya. Sarada yang daritadi diperlihatkan oleh aksi Ayahnya berucap. "Ayahku... Ayahku menakjubkan." ucapnya. "Kau masih belum melihat apa-apa." ucap Naruto pada Sarada disampingnya.

Di seberang sana, dimana musuh yang kini telah bangkit. "Kami harus gunakan bakat sepertimu untuk membentuk Akatsuki kembali." ucap pemimpin Akatsuki itu.

"Apa kau salah satu anggota Akatsuki yang selamat?" tanya Naruto. Kata-kata yang keluar dari mulut Naruto itu ditanggapi Sasuke, "Biar aku saja yang bicara." ucap Sasuke.

"Aku... Aku adalah Uchiha Shin!" ucap pemimpin Akatsuki baru itu.
Mendengar ucapan musuh itu, Sarada teringat sesuatu dalam perjalan menemui Ayahnya sebelumnya. "Uchiha Shin, Ayah menyuruhku untuk membawamu kepadanya." ucap musuh yang menghadangnya waktu itu.

"Tapi kalau begitu, namanya sama dengan dia." ucap Sarada dengan ekspresi bingung.
"Pastikan itu nanti kalau kita sidah membawa mereka untuk ditanyai, jadi diamlah." ucap Sasuke.

Sementara Naruto yang mendengarkan ucapan Sarada langsung bertanya, "Kok bisa bilang begitu?" tanya Naruto. "Anak itu sebelumya mengaku kalau orang itu Ayahnya!" jawab Sarada.

Di tempat Chochou, tepat di pintu ruang pertemuan, ia ternyata juga mengamati pertarungan Ayah Sarada dengan lawannya. Sambil memakan sebungkus snack ia berpikir, "Ah... andai saja Ayahku punya kekuatan yang bisa membuat gadis terpukau seperti Sarada." pikirnya dengan santai.

Kembali ke pertarungan, tepatnya di tempat dua lawan Sasuke, kini sang anak dari pemimpin Akatsuki yang sebelumnya terbakar oleh serangan Sasuke sedikit bergerak, ia belum mati.

"Kalau memang benar, pria itu menggunakan anaknya sendiri sebagai tameng manusia." pikir Naruto.

"Naruto, amankan anak-anak ini!" perintah Sasuke melihat dua lawannya telah bangkit.
"Baiklah, kalau begitu jangan lengah." ucap Naruto menuruti perintah Sasuke, namun didalam hatinya, "Lalu aku akan membuat celah." pikir Naruto.

Sang lawan telah siap, ia menatap kearah Naruto dan Sasuke dengan mata kanan Sharingan hasil transplantasinya.

Tiba-tiba, mengejutkan! Katana yang Sasuke pegang bergerak sendiri mundur kebelakang dimana ada Naruto disana, dengan begitu, Naruto pun tertusuk telak di bagian perut oleh katana milik Sasuke.

"A..Apa?!"
"Nanadaime?!!" Sasuke kaget sambil melihat kearah Naruto, begitu juga Sarada yang ada di dekatnya.

"Inilah kekuatan mataku, bagaimana menurutmu? Aku lawan yang cukup pantas untukmu kan?" ucap musuh diseberang sana, ternyata ia yang melakukan hal tersebut.
"Jangan khawatir Sarada... Aku tidak apa-apa..." ucap Naruto, walau mengatakan tidak apa-apa, ia cukup kesakitan.

"Ugh.. itu dia... orang ini bisa menggunakan matanya untuk menggerakkan senjata dengan leluasa." ucap Naruto.
Sasuke pun menganalisa kekuatan lawannya itu, ia teringat saat lawannya memegang katana yang ia hunuskan saat pertarungan di udara tadi, "Saat itu... ah.. mereka pasti sudah menandai katanaku!" pikirnya.

Chakra Kurama yang menyelimuti Naruto dan Sarada sebagai perlindungan mulai memudar, senjata seperti pisau yang tertancap di chakra Kurama milik musuh saat serangan di awal-awal tadi bergerak dikendalikan lawan dengan kekuatan Mangekyo diseberang sana.

Senjata itupun benar-benar berhasil menembus pertahan Naruto, senjata-senjata itu mengarah ke Sarada.
Melihat anaknya terancam, dengan cepat Sasuke bertindak, ia bergerak kearah Sarada, melindungi anaknya itu dari ancaman serangan lawan, sehingga ia pun tertusuk senjata-senjata itu.

"Aghhh!!!" Sasuke kesakitan.
"Papa!!" teriak Sarada melihat Ayahnya terkena serangan lawan.
"Kedamaian berarti akhir dari evolusi umat manusia, begitulah kalian semua." ucap pemimpin Akatsuki baru itu. "Spesies yang tidak berevolusi lagi akhirya akan dihancurkan." lanjutnya.

Di sisi Sasuke, "Ugh.. Mereka menghentikan gerakanku..." senjata-senjata yang menancap di tubuh Sasuke perlahan-lahan masuk ke tubuh Sasuke lebih dalam.
Sarada terdiam, tak bisa berbuat apa-apa karena sang Hokage serta Ayahnya terkena serang lawannya itu.

Namun tiba-tiba, dari sisi lawan yang ingin menyerang Sasuke dan Naruto, seseorang muncul dengan cepat. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan pada suami dan putriki kesayanganku, brengsek!!!" Suami, putri, kata-kata itu mudah kita simpulkan bahwa ia adalah Sakura. Ia telah sampai menuju tempat pertemuan Naruto dengan Sasuke. Bantuan telah datang.

Sakura memukul dengan keras pemimpin Akatsuki itu hingga tersungkur.
"Mama!!" ucap Sarada.
"Siapa orang-orang ini?!!" teriak Sakura bertanya.

"Padahal aku sedang dalam misi, apa yang kau lakukan disini?" ucap Sasuke.
"Aku juga disini, tahu!" ucap Naruto, ia memanjangkan lengan chakra Kurama miliknya, mengunci pergerakan musuh yang tersungkur oleh pukulan Sakura.

"Kau baik-baik saja Naruto?" tanya Sakura.
"Ya sebentar lagi aku akan baik-baik saja."
"Eh.. benarkah?" Sarada heran Hokage Ketujuh pulih dengan cepat.

Lengan Kurama Naruto juga mengunci pergerakan anak dari pemimpin Akatsuki itu, Uchiha Shin.
"Yang seperti ini takkan membunuhmu?! Jangan sombong dulu! Kemampuan bertarungmu saja sudah melunak!" ledek Kurama dalam tubuh Naruto.

"Tidak usah kau bilang!" jawab Naruto, sambil melepaskan katana milik Sasuke yang menusuknya.
"Maaf... tadinya Ibu memang bermaksud memberitahumu." ucap Sakura, ia berkata pada Sarada dengan ekspresi penyesalan.

Sarada tak berkata apa-apa mendengar permintaan maaf dari Ibunya.
"Tidak... Kalau dipikir, bagaimanapun, ini semua salahku!" ucap Sasuke, ia juga melepaskan satu persatu senjata lawan yang menancap di tubuhnya.

"Namun kita malah...."
DIsela-sela perbincangan Tim Tujuh, mini Juubi datang kedekat Sakura dan dua lawan Naruto Sasuke yang sebelumnya terkapar, "Kita ambil yang satu ini!" ucapnya, ia melakukan teknik mirip Kamui lagi, menyerap Sakura dan dua rekannya itu ke dalam teknik tersebut.

"Mama!!"
"Jutsu ruang dan waktu?!" ucap Sasuke,
"Trik tersembunyi mereka banyak juga." ucap Sakura yang tidak mampu berbuat apa-apa karena tindakan musuh begitu cepat. Sakura kini telah berpindah tempat, ia berada di sarang musuh dan kini dikelilingi 5 Uchiha Shin sambil menodongkan kunai besar kearah Sakura.

Di luar dugaan, pemimpin Akatsuki sekaligus Ayah dari Uchiha Shin yang telah berpindah bersama Sakura, mengarahkan sebuah senjatanya pada Uchiha Shin yang lemah akibat serangan katon Sasuke sebelumnya. Ia membunuhnya.

Di tempat Naruto dan Sasuke. "Aku tidak mau mengajak Sarada bicara jika dia sedang cemberut.. Apa sekarang dia sudah baikkan? Soalnya aku benci jika harus terlibat dalam situasi canggung seperti ini..." pikir Chochou yang masih berada di balik pintu ruang pertemuan.

"Dia bahkan bisa menggunakan jutsu ruang dan waktu..." ucap Sasuke, sementara anaknya, Sarada terlihat murung.

"Sial... kita tertipu! Padahal ini persis seperti perkataan Kurama, payah!" ucap kesal Naruto.
Kembali ke lokasi Sakura di tempat musuh. Ia meletakkan dua musuhnya yang terkapar, ia melakuan sesuatu pada dua lawannya itu.
"Transplantasi organ? Jika organ itu kuambil maka anak itu akan..."

"Kau ninja medis, huh? Tapi.. Ini semua juga terjadi akibat ulahmu!" ucap pemimpin Akatsuki pada Sakura, ia kini tak bisa apa-apa karena serangan Sakura tadi.
"Apanya?! Bukannya kau yang lebuh dulu ingin membunuh suami dan putriku?! Sekaligus temanku juga!" bantah Sakura.

"Lalu, kenapa kau masih tetap mengkhawatirkan anak itu?"
"Kau...." ucap Sakura begitu kesal.

 --- Bersambung ke Naruto Gaiden Chapter 7 ---

 

nah itu tadi  MANGA NARUTO GAIDEN CHAPTER 6 - PERUBAHAN YANG BELUM SEMPURNA , baca juga Manga chapter Sebelumnya.

Baca tulisan lainnya mengenai Lirik Lagu Manuk Dadali.

BACA MANGA NARUTO GAIDEN CHAPTER 6 - PERUBAHAN YANG BELUM SEMPURNA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: hendrat tri

0 comments:

Post a Comment

Di Mohon Apa yang Telah Saya Posting Linknya di Share
TERIMA KASIH