Thursday, 25 May 2017

Keutamaan I’tikaf di Bulan Ramadhan dan Manfaatnya

Itikaf adalah salah satu bentuk ibadah dan spiritual yang sering dilaksanakan saat bulan Ramadhan, khususnya adalah hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, itikaf dilaksanakan sambil menjemput datangnya malam lailatul Qadar. Tentu saja di malam ini semua orang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkannya.

Sebagaimana Rasulullah contohkan, sebetulnya itikaf tidak dilaksanakan saat bulan Ramadhan saja, melainkan di luar bulan Ramadhan pun juga bisa untuk dilaksanakan. Rasulullah dalam hal ini pun mencontohkan.


Pengertian Itikaf


Itikaf adalah berdiam diri di masjid sambil melakukan evaluasi dan perenungan diri. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukaan saat berdiam diri di masjid adalah aktifitas yang produktif, tidak membuat gaduh, namun tetap hikmat dan bernilai ibadah. Misalnya adalah:

  • Berzikir.
  • Membaca Al-Quran
  • Evaluasi Diri dan Perenungan.
  • Membaca Buku yang Bernilai.
  • Dsb

Itikaf tentu saja sangat bermakna jika dilakukan. Dengan itikaf kita juga bisa fokus pada amalan ibadah sebelum nantinya di waktu yang lain tentu kita akan disibukkan dengan berbagai pekerjaan dan aktivitas. Untuk itu, sangat dibutuhkan saat bulan Ramadhan untuk bisa mendapatkan kebermaknaan dan pengalaman spiritual salah satunya lewat ibadah itikaf.

Rasulullah mencontohkan itikaf dilakukan saat bulan Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir sebelum Ramadhan atau saat masa lailatul qadar akan datang. Untuk itu, itikaf sangat dianjurkan karena dicontohkan oleh Rasulullah.

Manfaat dan Hikmah Itikaf


Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari itikaf. Itikaf tentunya bukan sekedar berdiam diri di masjid, melainkan ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dari itikaf yang bisa menginspirasi dan memberikan makna dalam hidup kita. Berikut adalah manfaat dan hikmah dari i’tikaf bulan ramadhan.

1. Evaluasi Diri

Evaluasi diri adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia walaupun itu terhadap dirinya sendiri. Akan sangat mudah bila kita mengevaluasi orang lain namun akan sulit bila kita mengevaluasi diri kita sendiri. Evaluasi seperti proses yang akan membawakan kita mencapai hikmah dan perbaikan. Tanpa evaluasi tentu saja manusia akan terjebak dan tersesat karena terbawa oleh hawa nafsu pribadinya.

I’tikaf di Bulan Ramadhan membantu kita untuk mengevaluasi diri. Dengan itikaf kita akan berfokus pada diri kita dan menjauhi Sifat sombong, karena sifat sombong dapat merusak akhlaq.

2. Perenungan Tentang Hidup

Di masa itikaf kita juga bisa merenung banyak hal tentang hidup. Berada di dalam masjid membuat kita terkondisikan untuk mengingat Allah dan mengingat segala kebesarannya. Untuk itu, kita akan mengingat bahwa hidup kita banyak sekali dosa-dosa dan kesahalan baik yang disengaja ataupun tidak. Untuk itulah Allah memberikan kita kesempatan itikaf salah satunya untuk mengingat dan merenungi kehidupan.

Perenungan saat i’tikaf di Bulan Ramadhan ini juga bisa tentang masalah dunia dan akhirat, masalah kebahagiaan, masalah kesalahan di masa lalu, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang sudah kita lalaikan. Di masa-masa selain bulan Ramadhan, tentu saja hal ini sulit kita lakukan. Untuk itulah, kesempatannya ada di bulan Ramadhan ini untuk melakukan perenungan atau penghayatan diri.

3. Khusyuk Beribadah

Selama itikaf kita akan banyak berdiam diri di masjid dan dikeliingi oleh orang-orang yang juga khusyuk dalam beribadah. Selama beritikaf kita akan fokus pada bagaimana beribadah menghadap Allah SWT bukan lagi masalah-masalah keduniawian. Untuk itu, ibadah itikaf membantu kita untuk bisa melaksanakan shalat, puasa, dan tadabur Al-Quran dengan tetap khusyuk dan tumaninah.

Ibadah di hadapan Allah tentu hanya masalah ibadah ritual, tapi menuntut ilmu, mengisi rohani dengan pengetahuan agama, ceramah yang menyejukkan juga bisa termasuk kepada ibadah jika diniatkan untuk nantinya dilaksanakan demi kebaikan atau kemaslahatan.

Saat di luar bulan Ramadhan, banyak sekali aktivitas dan kesibukan kita yang terkadang tidak membuat kita khusuk. Untuk itu, kesempatan ramadhan ini atau pada saat itikaf ini adalah saat yang tepat untuk kita bisa khusyuk dan menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.

4. Membangun Spiritual (Hubungan antara Allah dan Manusia)

Saat itikaf ini juga kesempatan untuk membangun spiritual diri yang kuat. Spiritual diri yang kuat bisa didapatkan dari ibadah-ibadah yang dilaksanakan dengan khusus dan perenungan diri yang kuat. Pengalaman spiritual ini tentu saja tidak akan bisa berdampak pada bulan-bulan setelah ramadhan jika dilaksanakan tanpa keikhlasan. Untuk itu, pengalaman spiritual bisa didapatkan dari itikaf yang tidak hanya sehari saja dan membutuhkan konsistensi serta keikhlasan dalam menjalankan.

Dengan melaksanakan itikaf kita bisa menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia dan membuat diri kita semakin fokus untuk beribadah. Pada saat itikaf kita tidak akan terkena hiruk pikuk dunia sebagaimana yang ada di tempat perbelanjaan atau tempat-tempat lainnya yang justru malah mengkondisikan umat islam untuk berbelanja atau menghabiskan uang.

Itikaf yang kita lakukan tentunya membuat kita banyak dikondisikan oleh lingkungan yang positif dan jauh dari kemaksiatan. Tentu akan berbeda jika kita menghabiskan waktu dengan berbelanja, sekedar berkumpul dengan teman-teman, tanpa ada orientasi yang jelas.

Itikaf juga bisa menghilangkah Penyebab hati gelisah menurut islam, membuat doa dengan cara agar keinginan cepat terkabul. Itikaf juga salah satunya dengan dengan membaca asmaul husna, karena ada  manfaat asmaul husna yang sangat banyak.

Semoga kita senantiasa istiqomah untuk melaksanakan perintah Allah walaupun ramadhan telah berlalu, tapi istiqomah yang akan selalu kita jaga.

No comments:

Post a Comment

Kasih Komentarnya Kawan :)