Friday, 12 June 2015

NARUTO GAIDEN MANGA CHAPTER 7 – BONEKA GENETIK

NARUTO GAIDEN CHAPTER 7 – BONEKA GENETIK

NARUTO GAIDEN CHAPTER 7 – BONEKA GENETIK

Sakura sekarang berada di markas musuh, dia dihadapkan pada kenyataan yang menyedihkan. Latar tak jauh berbeda dengan chapter kemarin. Shin botak dan Shin kecil sama-sama terebah di pembaringan dalam keadaan yang siap untuk dioperasi.
Organ tubuh shin kecil (mirip lever) berada di atas pembaringan mereka. Sementara, dengan jelas diperlihatkan pada robekan sekitar perut si botak, organ dalamnya yang masih berdenyut.

‘Deg.. Deg’
Jantung si botak dan organ dalamnya ditancapi beberapa alat. Organ itu masih berfungsi dan berlumuran darah.

“Jangan salah sangka. Bocah disebelahku ini hanya bunshinku. Dia memiliki DNA yang sama denganku. Ini hanyalah cadangan. Cepatlah mulai!” Kata si botak.
“!!” Sakura terlihat kaget, diperlihatkan pula wajah shin-shin kecil yang lainnya, menatap serius.

“Kau memperlakukan bunshinmu seperti ini? Kau memang bukan Orochimaru. Tapi bisa-bisanya kau!” Keluh Sakura.
“Ya! Kau benar, dia adalah guruku.”

“Tepatnya, aku ini adalah eksperimen lama Orochimaru, untuk menciptakan teknik bunshin khusus.”
“Benar-benar ular, tak berperasaan!” Kata Sakura.
“Bocah-bocah ini di buat dengan cara mencangkok gigi dan uratku. Bisa dibilang mereka ada disini untuk kepentinganku, untuk aku gunakan demi keperluan tubuhku! Tidak lebih dari itu.”

Ekspresi wajah sakura berubah lebih serius bercampur kesal, dia semakin terkejut dengan pernyataan pria botak itu.
Latar kembali ke tempat Sasuke, Naruto, Sarada dan Chouchou.

Naruto yang tadi memejamkan matanya sekarang sudah membuka matanya kembali. Berada dalam mode sennin, mencoba mendeteksi keberadaan Sakura dan musuh-musuh tadi.

“Kelihatannya buruk! Mereka mungkin pergi ke suatu tempat yang sangat jauh, atau sedang tersembunyi dalam kekkei pelindung.” Kata Sasuke, Naruto gagal mendeteksi mereka.
“Chakra sakura-chan juga tak bisa di deteksi.” Ucap Naruto.
Sarada terlihat murung.

“Aku tau.” Ujar Sasuke.
“Kakashi-sensei bilang sih mereka ada kaitannya dengan Orochimaru.” Jawab Naruto.
“Aku kira juga begitu. Karena ada sharingan yang tertanam di lengan kirinya dan bagian lain tubuhnya. Hal ini sama dengan saat aku melawan danzo, di lengan kanan danzo banyak tertanam sharingan. Yang menciptakan tangan kanan Danzo itu adalah orochimaru.”

“Kalau kita ingin menemukan Sakura aku kira lebih baik kalau kita pergi ke persembunyian orochimaru.” Naruto memberi saran.
Sasuke menjawab, “ Ku pikir kau benar, tapi bagaimana dengan anak-anak ini?”

“Tapi orang itu juga mengincar Sarada, barangkali karena mereka sudah tahu kalau dia anakmu, dia tidak boleh dijadikan sandera juga. Jadi kupikir kalau mereka lebih aman jika bersama dengan kita.”
Sarada semakin sedih.

‘MAMA’ batinnya.
‘Thus’
Chouchou yang sedari tadi diam menyodorkan makanan ringan pada Sasuke, Sasuke terlihat bingung dengan tingkah Chouchou. Dia kemudian bicara.

“Aku benci suasana yang berat seperti ini. Menjadi ‘Berat’ dalam kondisi yang sesungguhnya saja sudah susah. Ayolah gadis berkacamata! Kau pasti bisa melakukannya.Tinggal ada rasa garam saja, tapi kalau dengan ini semuanya belum juga menjadi lebih baik aku tidak tahu harus bagaimana lagi.”

Sasuke terdiam, Sarada menjadi semakin cemas dan sedih.
Latar kembali beralih ke markas musuh. Bunshin si botak itu semakin mengenaskan, Si botak kemudian berkata pada Sakura.

“Kau tidak perlu sedih. Mahluk hidup pada akhirnya juga akan mati kok.”
“Apa maksudmu?”

“Gen-gen atau bisa disebut juga sel reproduksi. Inilah yang kita sebut “anak-anak” inilah caraku terus bertahan hidup dalam keabadian. Selain itu sel yang tidak bereproduksi akan mati setelah periode yang ditentukan. Dengan kata lain manusia bisa menipu kematian dengan mereproduksi dan menggandakannya. Sel yang sudah dipakai dan terbuang dikorbankan bahkan walaupun mereka masih hidup. Jadi dalam hal ini kematian yang sesungguhnya bagi mereka adalah ketika mereka sudah digunakan atau terbuang jasadnya. 

Ini memang keadaan yang tak bisa dihindari. “
“Walaupun begitu yang seharusnya kau fokuskan bukan pada gen melainkan pada jasadnya. Pikiran dan persepsi hidup ada dan tinggal di dalam mereka. Hubungan antara orang tua dan anak itu bukan hanya pada penurunan Gen tapi lebih dari itu semua!” Teriak Sakura.

“Anak terbentuk dari percampuran gen kedua orang tuanya. Menciptakan keturuanan yang kuat tak lebih dari sebuah naluri. Hanya gen yang paling bagus saja yang dipilih untuk terus hidup, itulah esensi kehidupan sendiri. Itulah evolusi manusia, dan ketika kita berevolusi kita akan menjadi lebih dan lebih efisien. Teknik bunshin ini adalah bagian dari semua itu. 

Itu adalah kebenaran Ninja kan? Turun dan terseret ke dalam medan pertempuran, kekuatan dan skill ninjutsu yang baru akan segera tercipta dengan cepat. Hanya ninja-ninja terkuat saja yang bisa dipilih. Perang diperlukan untuk evolusi manusia, itulah tujuan adanya akatsuki.” Jelas shin botak.

“Kau bahkan lebih bodoh dari Orochimaru! Apa yang sebenarnya kau pikirkan soal manusia? Kau benar-benar tak tahu seberapa pentingnya menjadi orang tua!” Teriak sakura lagi.

Latar kembali berpindah. Seperti sebuah gua persembunyian. Seorang pria yang sosoknya diperlihatkan dari belakang mulai berucap.
“Cukup! Hentikan! Aku tidak mau dipanggil ‘ketua’ oleh Hokage.”

Ternyata orang tersebut adalah Yamato, wajahnya sedikit berubah lebih dewasa. Ditempat itu, Naruto dan rombongannya tadi sudah bergabung dengan Yamato.
‘Orang ini bukan ayahku’ Batin Chouchou.

“Tidak! Bagiku.. kau tetaplah ketua Yamato!” Kata Naruto yang berada di belakang Yamato.
“Aku sudah banyak mendengar cerita dari pendahulumu. Maaf ya! Aku tak bisa meninggalkan lokasi ini.” Imbuh Yamato.

“Jika terjadi sesuatu.. aku akan mengikuti jejak orochimaru. Kalian mengerti?”
“Ya! Aku tau!”
“Kali ini kau bersama dengan sasuke, jadi aku rasa akan lebih mudah dari pada waktu sebelumnya.”

“Baiklah, ayo kita menyusup! Aku tau bagian dalam tempat ini kok.”
Mereka mulai menyelinap masuk, di dalam sebuah terowongan.
“Lewat sini!” Kata Sasuke.

“Hei Sasuke. Tempat ini tidak sama dengan toko langgananmu. Waspadalah sedikit-dattebayo!”
Sasuke dan semuanya terus masuk, tak lama kemudian mereka di hadang oleh Juugo dan Suigetsu.

“Yah. Kita ketahuan.” Kata Naruto.
“Lama tak bertemu ya Sasuke!” Ujar Suigetsu, “ Ini bukan tempat yang sesuai untuk dipakai jalan-jalan bersama anak-anak kau tahu?!” Lanjutnya.
“Hokage ya? Huuh!” Kata Juugo.

Melihat mereka, Sarada langsung teringat pada foto yang pernah dia temukan. Ya! Mereka adalah Team Taka. ‘seperti orang-orang yang ada di foto’ Batinnya.
“Antarkan kami ke persembunyian Orochimaru.” Kata sasuke dingin.
“Ku rasa itu tak perlu.” Kata naruto.

“Oh astaga! Aku tak percaya kau mau berkunjung kesini lagi Sasuke.”
“Haah? Bagaimana bisa kau terlihat muda begini orochimaru.”
“Kau harusnya sudah tau aku kan? Tidak perlu membicarakan hal yang tak penting!”
“Baiklah kalau begitu.”

“Orochimaru.. jadi ini ya orangnya?” kata Sarada.
“Hey! Siapa anak-anak ini?” Tanya Orochi.
‘Kalau.. kalau orang ini adalah orang tuaku. Dia ini harus jadi ayahku atau ibuku? Yang mana enaknya sarada?” Kata chouchou dengan ekpresi aneh di wajahnya.
“Apa?” Sarada bingung.

“Anak buahmu mencoba membunuh anakku dan membahayakan isteriku. Jika kau memang sedang merencanakan sesuatu sebaiknya kau katakan saja sekarang!”
Orochimaru sedikit bingung, kemudian dia berkata.
“Ikuti aku!”

Mengesankan, ini adalah ruang eksperimen orochimaru. Salah satunya ada tabung, di dalamnya terdapat bocah seperti Shin kecil.

“Itu adalah kemampuan Shin, dia hanya tertarik pada Itachi dan bukan seorang anggota klan uchiha. Tapi dia meninggalkanku, dia hanya salah satu percobaan lamaku, seperti yang bisa kalian perkirakan, lengan kanan danzou berasal dari dia. 

Anak ini benar-benar istimewa, tubuhnya unik dan tidak menolak transplantasi. Jadi aku menginginkan lebih banyak lagi tubuh seperti miliknya, aku mengulang-ngulang teknik bunshin dengan menggunakan tubuh anak ini. Sampai kami bisa menemukan misteri genetika.”

“Bunshin?” Sahut Naruto.
“ini lebih bagus daripada kage bunshin milikmu. Semua bunshin itu adalah asli. Bisa disebut bunshin yang tidak dapat hilang.”

“Aku tak paham, katamu mereka adalah bunshin yang tak bisa hilang, tapi kalau di bunuh apa yang akan terjadi?” Tanya naruto.

“Klon-klon ini akan terlahir dengan sendirinya, bisa dibilang mereka itu seperti anak kembar, masing-masing memiliki kepribadian sendiri dan pemikirannya sendiri. Butuh waktu untuk tumbuh, tetapi gen-gen ini mirip dengan ayah dan anak atau bahkan saudara kandung. Kalau kalian ingin membunuh mereka tak ada pilihan lain kecuali membunuh mereka semua, sekaligus.” Jelas orochimaru.

“….!! Tidak bisa semudah itu karena ini berhubungan dengan manusia kau tahu!” Bantah Naruto. “ Apa kau pikir tidak masalah setelah melakukan eksperimen semacam ini?”

“Sebenarnya manusia itu sederhana. Orang-orang adalah budak dari gen mereka sendiri, individu dan semua yang terhubung dengan itu bisa kita buktikan.” Tambah orochimaru.
“Bagaimana jika bukan bunshin? Bagaimana kalau anak dan orang tua kandung?” Ucap sarada, sasuke sedikit bingung dengan pernyataan anaknya.

“Ya! Apa kau ingin membuktikannya?” Tanya orochimaru.
“Jangan Sarada! Bahkan kita saja tidak tahu apa jenis kelamin orang ini. Jujur saja, orang ini benar-benar menyeramkan.” Bisik Chouchou.

“Bukan waktunya untuk basa-basi. Jika kau tahu beri tahu kami persembunyian Shin.”
“Baiklah! Kalau konoha ingin menangkap shin yang merepotkan itu, sepertinya aku juga akan terbantu.” Kata orochimaru.

“Aku akan menceritakan detailnya, jadi ayo kita pergi ke ruang monitor. Kau tak akan berubah pikiran lagi karena aku kan?”
Saat itu ekspresi wajah sarada benar-benar serius. Dia berjalan paling belakang dan kemudian tanpa sengaja mencolek suigetsu, menunjukkan foto tim taka pada suigetsu dan bertanya.

“Wanita ini ada diruangan yang mana?”
“Ah.. Karin tidak ada disini. Dia ada dipersembunyian yang lain.” Jawab suigetsu.
“Begitu ya?” Sarada Kecewa, “Kalau begitu bisakah aku minta bantuanmu?”
Naruto yang ada di belakang Juugo merasakan firasat aneh.

Latar berpindah lagi, suigetsu dan Sarada kini ada disebuah ruangan yang berbeda.
“APAAA?” Suigetsu terkejut. “Apa maksudmu? Jadi Sasuke sebrengsek itu?”
“Hanya perasaanku saja, makanya aku ingin tahu siapa ibuku yang asli. Aku ingin kau membantuku.” Sarada memohon. Suigetsu mulai berpikir dan membayangkan Sasuke sedang berduaan dengan Karin.

‘Err.. Aku kira Karin…….!’ Batin suigetsu.
“Kau bisa membantuku mencari semua keterkaitan ini kan?” Pinta Sarada lagi.
“Baiklah, aku kira bisa sih.” Suigetsu terlihat malas.

“Aneh, aku rasa harusnya ada di sekitar sini.” Suigetsu sepertinya sedang mencari sesuatu di sebuah laci.
Suigetsu kemudian teringat kata-kata Karin.
**"Meja ini adalah privasiku, jadi tak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya Suigetsu!” Karin menegaskan.**

“Ah! Ini dia. Aku tau kalau ini adalah DNAnya Karin. Tapi kok…..” Suigetsu terlihat ragu.
“Alat pencocok DNA ini akan melihat kecocokan DNA kalian, melihat hubungan kalian.”
Sarada mengikuti intruksi suigetsu, dia mencoba alat itu, melihat kecocokan DNAnya dengan Karin, masih dalam proses…………. Proses analisa, Sarada sampai gugup.
“SESUAI"

Mengejutkan bukan?
“Yah! Memang sepertinya Karin adalah ibumu.” Kata Suigetsu.
Naruto yang mengawasi dari balik dinding menunjukkan Raut muka kesal. Sarada menangis mendengarkan kenyataan itu, dia begitu kecewa, sangat kecewa.

‘Perasaanmu dan ayahmu terhubung melalui sebuah ikatan, kau tidak usah khawatir.’ Kalimat itu terngiang kembali ke pikirannya, kalimat yang pernah dikatakan Sakura padanya.

“Kacamatamu juga mirip lho.” Timpal suigetsu.
“Baiklah, sebaiknya aku pergi saja.” Kata sarada.
Sarada terus menangis.

“Apa aku sudah melakukan hal yang buruk ya? Huh!” Keluh Suigetsu. Naruto yang ada disampingnya langsung angkat bicara.
“Kalian tim Taka memang selalu ikut campur urusan orang lain, bodoh!-dattebayo!”
Suigetsu dan Naruto akhirnya adu mulut.

“Yang salah itu Sasuke! Harusnya kau tahu itu!”
“Mana aku tahu? Dasar sasuke brengsek!”
“Aku serahkan sisanya padamu.. daa~”

“Oi suigetsu! Tunggu!” Teriak Naruto.
Sarada tenggelam dalam putus asa yang berat, bagaimana reaksinya selanjutnya? Dia hanya tertunduk dan menangis, Naruto mencoba bicara padanya.
“Hei Sarada, kita sudah akan pergi sebentar lagi.”

“Aku rasa auramu mirip dengan Sakura.” Kalimat yang pernah diucapkan Naruto membayangi kembali benak sarada. Membayanginya dalam keputusasaannya yang sekarang.

“Bohong!”
“Huh?”
“NANADAIME PEMBOHONG!” Teriak Sarada. “ Kenapa aku harus menolong orang yang bukan ibuku? Bahkan orang yang tak punya hubungan apa-apa denganku! Aku sudah diam cukup lama. Tapi sekarang aku sudah tahu!” Sarada masih terus berteriak, tomoe di matanya kembali muncul.

‘KEBENARAN MEMANG KEJAM.’

--- Bersambung ke Naruto Gaiden Chapter 8 ---

NARUTO GAIDEN MANGA CHAPTER 7 – BONEKA GENETIK Rating: 4.5 Diposkan Oleh: hendrat tri

3 comments:

Post a Comment

Di Mohon Apa yang Telah Saya Posting Linknya di Share
TERIMA KASIH